Agan dan Aganwati yang budiman ...... hehehehhe
Kali ini saya akan share masalah beberapa tipe keadaan masyarakat yang pernah saya hadapi dalam melakukan proses Pemicuan CLTS/STBM. Dan jujur ...... tipe-tipe berikut yang pernah dan sering saya temui ...... terkadang bisa membuat saya senang & bangga karena berhasil melakukan proses pemicuan dengan lancar ..... namun terkadang juga bisa membuat saya malu, depresi, kewalahan, bingung mo ngapain, mati kutu, demam panggung ...... pokoknya mati gaya & ide dah .....
Search ajah
Senin, 06 Juli 2015
Cara Memilih Natural Leader Sebagai Hasil Pemicuan CLTS ..... Pemicuan Kedua
Munculnya Natural Leader merupakan hasil yang sangat dinanti oleh para Pemicu CLTS atau yang sekarang dikenal dengan Pemicuan STBM. Namun, terkadang ..... pemilihan Natural Leader bisa menjadi bumerang bagi kita. Asalkan ada yang mau merubah prilakunya dan lantang menyuarakan pada saat Pemicuan atau yang aktif dalam membantu jalannya proses Pemicuan .... dialah yang akan kita pilih menjadi Natural Leader .... atau lebih buruk lagi jika kita meminta kepada Kepala Desa/Kampung yang memilih nya .... saya yakin kegiatan selanjutnya tidak akan berbuah hasil yang lebih baik ... atau lambat membuahkan hasil.
Selasa, 18 November 2014
Ambil Segi Positif nya aja Yuks ......
Hari ini, tepat pukul 00:00 WIB, 18 November 2014, harga BBM jenis Premium dan Solar kembali naik. banyak reaksi yang datang bertubi-tubi, dimulai dari demo hingga buat status di medsos ......
Tentu saja plus minus dari efek kenaikan harga ini sudah dipikirkan oleh presiden beserta jajarannya. Mungkin ini beberapa efek yang terjadi (menurut dugaan saya seh ...) :
Tentu saja plus minus dari efek kenaikan harga ini sudah dipikirkan oleh presiden beserta jajarannya. Mungkin ini beberapa efek yang terjadi (menurut dugaan saya seh ...) :
Rabu, 23 April 2014
KONSEP SEHAT – SAKIT DAN STANDAR HIDUP SEHAT
Bagaimana cara kita mengetahui konsep sehat-sakit yang dipahami oleh
seseorang? Caranya mudah saja, coba anda lakukan sedikit permainan sebagai
berikut :
Sabtu, 04 Mei 2013
KEMISKINAN Dalam Kacamata Pemberdayaan
Apa sebenarnya KEMISKINAN itu ?
Mengapa bisa terjadi? Mengapa selalu ada? Apa penyebabnya?. Ini adalah
kenyataan yang ada dalam kehidupan kita di dunia, tidak di sebuah negeri yang
sudah maju ataupun negeri yang masih berkembang dan negeri yang miskin. Banyak
beranggapan bahwa kemiskinan itu identik dengan ketidakmapuan dalam segi
materi, dikarenakan kebodohan ataupun pemalas. Sebenarnya akar permasalahan
kemiskinan bukan terletak pada kemalasan ataupun kebodohan seseorang namun
dikarenakan hati nurani manusia yang sudah tidak murni. Mengapa demikian ???
mari kita ulas sama-sama, mudah-mudahan menjadi bahan renungan kita.
Kemiskinan bukan berarti seorang atau
sekelompok orang serba kekurangan, melainkan suatu situasi/kondisi yang dialami
oleh seseorang atau sekelompok orang yang tidak mampu menyelenggarakan
hidupnya/mereka sampai suatu taraf yang dianggap manusiawi. Biasanya ciri-ciri
suatu masyarakat dikatakan miskin pasti seputar penghasilan yang rendah, tidak
dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sehari-hari, kepemilikan materi yang serba
pas-pasan, dan lain sebagainya. Namun sebenarnya suatu masyarakat dikatakan
miskin memiliki cirri sebagai berikut :
1.
Tidak
memiliki akses ke proses pengambilan keputusan yang menyangkut hidup mereka.
2.
Tersingkir
dari institusi sosial formal yang mapan sehingga tersingkir dari sistem jaminan
sosial formal.
3. Rendahnya
kualitas sumber daya manusia; kesehatan, pendidikan, pengetahuan/keterampilan,
kinerja, dan sebagainya.
4.
Terperangkap
dalam budaya kemiskinan yang menghancurkan kualitas manusia seutuhnya seperti
rendahnya etos kerja, berpikir pendek, fatalism, boros, tidak berpikir
wirausaha, dsb.
5.
Rendahnya
kepemilikan terhadap aset-aset yang mampu menjadi modal hidup, seperti :
Ø
Aset
Fisik : harta benda, perumahan, peralatan kerja/sarana produksi, dsb.
Ø
Aset
Pelayanan Publik : pendidikan, kesehatan, pelayanan prasarana, dsb.
Ø
Aset
Lingkungan Hidup : sumber daya alam baik nabati & hewani, udara segar, dsb.
Ø
Aset
Finansial : sistem tabungan & perkreditan baik formal maupun non formal.
Langganan:
Postingan (Atom)